Berita Terbaru – Di empat minggu awal Premier League, Manchester United masih mempunyai permasalahan besar dibawah kendali Ole Gunnar Solskjaer. Solskjaer sekarang sedang membuat Machester United dengan beberapa pemain muda. Mereka diinginkan dapat hadapi Manchester City serta Liverpool dalam persaingan perebutan gelar Liga Inggris. Setan Merah telah habiskan uang banyak untuk beli tiga pemain: Daniels James, Harry Maguire serta Aaron Wan-Bissaka.

2 Masalah Besar Man United Yang Harus Di Rampungkan Ole Gunnar

Di lain sisi, Solskjaer sukses melepas beberapa pemain yang tidak pas dengan polanya. Beberapa pemain seperti Romelu Lukaku, Alexis Sanchez, Chris Smalling, serta Matteo Darmian telah temukan club baru. Hasilnya? Belum kelihatan kualitas Manchester United jadi team kompak yang siap memeriahkan pemburuan juara Premier League. Selesai menang mutlak atas Chelsea, United krisis kemenangan di tiga kelanjutan. Ada apakah sebenarnya? Berikut alsannya

Yang pertama adalah Tidak Punyai Algojo Set Piece

Fakta kenapa demikian penting buat Rashford untuk manfaatkan kesempatan emas sebab kenyataannya United nampaknya tidak bisa memakai satu diantara jalan paling tradisionil untuk sampai arah dalam sepak bola: set-piece. Semenjak Solskjaer menggantikan, Setan Merah cuma mengumpulkan satu assist dari set-piece, serta itu ialah assist tandukan Victor Lindelof saat menantang Crystal Palace (yang awalnya dibantu oleh Chris Smalling yang tersambung dengan sepakan pojok awal dari Ashley Young).

Ini berlangsung sebab tidak ada figur pemain yang dapat lakukan set-piece secara baik di United. Solskjaer semestinya pilih satu diantara pemainnya yang akan tetap bermain (Paul Pogba diantaranya) serta minta dia melatih sepakan pojok serta sepakan bebas berkali-kali sampai sampai titik berkelanjutan untuk menaikkan kekurangan United yang satu ini.

Yang kedua adalah Lini Pertahanan yang Keropos

Permasalahan besar yang dipunyai United ialah jika setiap saat mereka bermain bagus, mereka sering ditaklukkan oleh kesalahan konyol. Mengambil contoh waktu Crystal Palace menaklukkan Setan Merah 2-1 contohnya. Saat United tingkatkan intensitas tekanan untuk memburu ketinggalan, semua pemain maju ke depan tinggalkan David De Gea seseorang diri. Beberapa pemain belakang dibikin cemas waktu tim musuh lakukan serangan balik cepat. Manchester United sudah lakukan enam kesalahan yang berbuntut gol ke gawang sendiri semenjak Solskjaer jadi manager. Cuma empat club yang mempunyai semakin banyak: Huddersfield serta Fulham yang terdegradasi dan Bournemouth serta Arsenal yang performnya labil.

De Gea terakhir sering membuat blunder. Dia kehilangan magisnnya jadi penjaga gawang kelas dunia. Dua kesalahan Lindelof menantang Crystal Palace serta Southampton, kedua-duanya berkaitan dengan ketakmampuannya untuk memenangi tandukan. Aaron Wan-Bissaka serta Harry Maguire pemain belakang Man United yang punyai rapor relatif bagus. Tiga pemain bertahan United yang lain condong seringkali lakukan kesalahan. De Gea harus selekasnya menilai diri. Demikian juga Lindelof yang perlu melakukan perbaikan potensi untuk memenangkan duel-duel udara. Luke Shaw serta Ashley Young permainannya biasa saja. Mereka punyai permasalahan waktu menjaga individu pemain.

admin Berita Terbaru

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *