Berita Terbaru – Pemain asing akan memeriahkan Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) di Indonesia. Masih rendahnya penetrasi pasar dana pensiun membuat investor asing tertarik masuk ke usaha ini.

Dana Pensiun Di Indonesia Akan Ikut Sertakan Orang Asing

Ketua Biasa Perkumpulan DPLK Nur Hasan Kurniawan mengatakan, pemain besar dari Amerika Utara tertarik masuk tetapi belum membangun perusahaan asuransi atau bank di Indonesia. Sesuai dengan ketetapan, pendirian DPLK datang dari bank serta asuransi jiwa yang memiliki badan hukum di Indonesia.

Seperti diambil dari Kontan.co.id, Minggu (12/1/2020), Nur Hasan menjelaskan, semenjak tiga tahun belakakangan, faksinya lihat pemain asing yang masuk datang dari benua Eropa sampai Asia. Tidak hanya asing, pemain lokal dari bank serta asuransi jiwa siap-siap di tahun ini.

“Kira-kira ada banyak (pemain) yang masuk dari asing serta lokal pada 2020, makin banyak masuk ke DPLK tentu saja semakin bagus,” katanya. Tetapi Nur Hasan malas mengatakan siapapun yang akan masuk ke usaha dana pensiun ini.

Yang penting, kekuatan pemain asing saat masuk ke Indonesia ingin mengembangan pengembangan baru dalam soal pemasaran dan taktik operasional di Indonesia dengan masih memperhitungkan ketentuan pemerintah. Sekarang tertera 27 DPLK tercatat di Otoritas Layanan Keuangan (OJK). Dari jumlahnya itu, ada empat pemain baru sepanjang dua tahun paling akhir. Mereka ialah Tokio Marine DPLK, Capital Life DPLK, AXA Mandiri DPLK serta WanaArtha DPLK.

Kedatangan pemain baru itu diperkirakan akan tingkatkan asset DPLK. Asosiasi membidik asset tahun ini tembus Rp 110 triliun atau tumbuh seputar 10 persen-15 % dengan year on year (yoy) sebab didukung rasio pensiun yang masih rendah dan keperluan dana pensiun untuk 20 tahun-30 tahun akan datang.

“Ledakan pensiunan PNS di 2025 mempunyai potensi tingkatkan penetrasi serta asset dana pensiun di Indonesia,” imbuhnya. Juru Bicara Otoritas Layanan Keuangan (OJK) Sekar Putih Djarot menjelaskan, faksinya tengah mengolah izin usaha satu DPLK, yang pendirinya adalah pemain asuransi asal Indonesia.

Simpanan Hari TuaAda beberapa ketetapan pendirian DPLK di Indonesia. Menurut Sekar, pendirian DPLK harus sesuai BAB I Ketentuan Pemerintah (PP) 77 tahun 1992 Mengenai DPLK, jika yang dibolehkan membangun DPLK di Indonesia ialah Bank biasa serta asuransi jiwa.

Sesaat, Ketentuan OJK (POJK) Nomor 14/POJK.05/2016 Mengenai Pengesahan Pendirikan DPLK, memperjelas jika pendirian itu harus berupa tubuh hukum dan berkantor pusat di Indonesia. “Maka cuma bank atau asuransi jiwa memiliki badan hukum Indonesia serta sudah memperoleh izin usaha dari OJK dapat membangun DPLK sesuai dengan ketetapan yang ada. Hingga tidak ada investor asing langsung bisa punya DPLK di sini,” kata Sekar.

admin Berita Terbaru

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *