Berita Terbaru – Beberapa ilmuwan mulai cari tahu apa virus corona (COVID-19) bisa ditularkan dari ibu hamil kepada janinnya. Masalahnya seorang bayi berumur 30 jam di Wuhan sudah dipastikan positif virus corona. Bayi itu lahir pada 2 Februari 2020 lewat persalinan normal.

Benarkah Virus Coroan Bisa Ditularkan Melalui Janin Kepada Bayi Yang Sedang Dikandung Ibu Hamil

Suatu riset kecil memulainya dengan mengutarakan jika potensi virus COVID-19 tidak bisa ditularkan sepanjang kehamilan. Tetapi, riset ini cuma menyertakan wanita hamil pada trimester ke-3 yang melahirkan secara operasi caesar.

Oleh karenanya, dikutip dari LiveScience (13/02/2020), beberapa penulis studi mengharap akan ada riset yang berkelanjutan untuk mengkonfirmasi penemuan itu. Hasil riset ini diterbitkan pada Rabu, 12 Januari dalam jurnal The Lancet.

“Tetapi dalam perkara itu, tidak jelas apa transmisi di rahim betul-betul berlangsung. Bisa saja bayi itu terserang virus sesudah lahir dari kontak dekat, umpamanya,” tutur penulis penting studi, Yuanzhen Zhang, seorang profesor di Rumah Sakit Zhongnan, Kampus Wuhan di Cina.

Menurut The American College of Obstetricians serta Gynaecologists, beberapa infeksi bisa disebarkan dari ibu ke janin. Dimana patogen menyebar ke janin lewat plasenta atau lewat kontak dengan cairan badan sepanjang persalinan. Tetapi, butuh dicatat jika model penyebaran ini tidak mencolok antara virus, terutamanya virus yang menyerang pernafasan seperti COVID-19.

Dalam studi baru, beberapa periset menganalisa info dari sembilan wanita yang meningkatkan COVID-19 saat mereka hamil 36 sampai 39 minggu, serta dirawat di rumah sakit di Wuhan. “Ketika wanita melahirkan lewat operasi caesar, dokter kumpulkan sampel cairan ketuban, darah tali pusat serta ASI, dan sampel dari tenggorokan bayi yang baru lahir. Semua sampel ini diambil di ruangan operasi saat kelahiran hingga mereka akan mewakili situasi di rahim,” kata beberapa penulis.

Hasilnya, tidak satupun wanita yang alami pneumonia kronis karena infeksi mereka, serta semua bayi yang baru lahir selamat. Ditambah lagi, tidak ada sampel dari cairan ketuban, darah tali pusat, ASI atau usap tenggorokan yang positif terserang virus.

“Penemuan dari golongan kecil perkara ini memperlihatkan jika sekarang tidak ada bukti untuk infeksi intrauterin pada wanita yang meningkatkan COVID-19pada akhir kehamilan,” tulis penulis. Tapi beberapa ilmuwan mengharap terdapatnya riset yang semakin banyak dan berkelanjutan tentang wanita hamil di beberapa step kehamilan. Sebagaimana pada trimester pertama serta ke-2, dan buat wanita yang melahirkan dengan cara normal.

admin Berita Terbaru

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *